Peran Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara

Penulis

  • Hendra Safri UIN Palopo Penulis
  • Agus Salim Sanusi UIN Palopo Penulis

Abstrak

Abstrak

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan BUMDes diharapkan mampu mengelola potensi ekonomi lokal secara optimal sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan desa dan pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih banyak BUMDes yang menghadapi berbagai kendala, terutama terkait dengan kapasitas pengelola dalam aspek manajemen usaha, administrasi, serta pengelolaan keuangan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola BUMDes dalam mengelola usaha desa secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara dengan melibatkan pengurus BUMDes, aparat desa, serta unsur masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan usaha desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan partisipatif yang dikombinasikan dengan diskusi kelompok dan praktik penyusunan perencanaan usaha.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan pengelolaan BUMDes mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip pengelolaan usaha desa, termasuk dalam aspek perencanaan usaha, pengelolaan administrasi, serta penyusunan laporan keuangan sederhana. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi pengembangan usaha desa yang berbasis pada potensi lokal. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan pengelola BUMDes dapat mengelola usaha desa secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Kata Kunci: Pelatihan, BUMDes, Pengelolaan Usaha Desa, Pemberdayaan Masyarakat.

 

 

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) are strategic instruments for encouraging village economic independence and improving community welfare. The existence of BUMDes is expected to manage local economic potential effectively so that it can contribute to increasing village income and community empowerment. However, in practice many BUMDes still face various challenges, particularly related to the managerial capacity of administrators in business management, administration, and financial management.

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of BUMDes managers in managing village businesses more professionally and sustainably. The activity was carried out in Katoi District, North Kolaka Regency, involving BUMDes administrators, village officials, and community members engaged in village business activities. The method used in this activity was participatory training combined with group discussions and practical sessions in business planning.

The results of the activity show that the training on BUMDes management improved participants’ understanding of the principles of village business management, including business planning, administrative management, and simple financial reporting. In addition, participants gained insights into strategies for developing village businesses based on local potential. Through this training activity, it is expected that BUMDes managers will be able to manage village enterprises more effectively, transparently, and sustainably, thereby providing economic benefits for village communities.

Keywords: Training, Village-Owned Enterprises, Village Business Management, Community Empowerment.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-05

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Peran Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara. (2026). Jurnal Pengabdian Masyarakat MENUJU PERUBAHAN, 1(1). https://ejournal.dimasmenujuperubahan.com/index.php/admin/article/view/25